prosedur

 A. Persiapan Alat dan Komponen

Sebelum memulai perakitan, pastikan seluruh komponen berikut tersedia:
1. Sensor suhu LM35
2. Sensor hujan
3. Op amp 741
4. Resistor
5. Transistor 
6. Relay 
7. Potensiometer 
8. Kipas 
9. Motor
10. LED 2 buah
11. Multimeter
12. Breadboard 
13. Power supply 12V
14. Jumper (male-female 1 set, male-to-male 1 set)
15. Box rangkaian

B. Tahapan Perakitan Rangkaian 

1. Sensor Suhu LM35
Pemasangan sensor 
- LM35Pin 1 LM35 → +5 V.
- Pin 3 LM35 → Ground.
- Pin 2 LM35 (Vout) → titik input suhu (menuju pin non‑inverting komparator).

Pengkabelan op‑amp LM741 sebagai detektor non‑inverting
- Pin 7 LM741 → +9 V, pin 4 → −9 V (sesuai gambar supply simetris).
- Pin 3 LM741 (input +) → Vout LM35.
- Potensiometer RV1: kedua ujung ke +5 V dan ground, wiper → pin 2 LM741 (input −) sebagai Vref.
- Pin 6 LM741 (Vout) → resistor R5 1 kΩ → basis transistor Q3 (BC547).

Rangkaian bias transistor BC547 (driver relay)
- Emitor Q3 → ground.
- Kolektor Q3 → salah satu ujung kumparan relay RL3.
- Ujung kumparan relay lain → +9 V melalui resistor R6 (68 Ω) sesuai gambar (self‑bias).
- Dioda D4 paralel dengan kumparan relay (katoda ke +9 V, anoda ke kolektor) sebagai diode flyback.

Relay dan beban kipas + lampu 12 V
- Kontak NO relay RL3 diseri dengan sumber 12 V (B5) dan beban (kipas + lampu) seperti pada gambar.
- Common relay ke +12 V, NO ke salah satu sisi beban, sisi beban lain → kembali ke negatif baterai.

Pengaturan titik kerja (suhu 25 °C)
- Nyalakan rangkaian, ukur keluaran LM35; sekitar 0,25 V untuk 25 °C karena sensitivitas 10 mV/°C.
- Putar RV1 hingga tegangan Vref (pin 2) ≈ 0,25 V sehingga saat suhu ≥ 25 °C, Vout LM741 naik ke +Vsat dan mengaktifkan Q3 serta relay (kipas hidup).

2. Sensor Hujan 

Modul sensor hujan HL‑83 / FC‑37
- Papan sensor ditempatkan di atap, konektor tiga pin modul: VCC, GND, OUT.
- VCC modul → +5 V; GND → ground sistem.
- Pin OUT modul (biasanya AO/digital) → masuk ke rangkaian op‑amp pada gambar (input pengkondisi sinyal).

Op‑amp sebagai voltage follower
- Supply op‑amp (misal LM324/LM358): pin V+ → +5 V, pin V− → ground.
- Input non‑inverting (+) op‑amp → OUT sensor hujan.
- Output op‑amp diumpankan balik langsung ke input inverting (−) sehingga VO = VIN (konfigurasi voltage follower).
- Output follower ini → basis driver transistor melalui resistor R2 sesuai gambar.

Transistor BC547 dengan emitter bias
- Emitor Q2 → ground melalui resistor R3 (emitter bias).
- Basis Q2 ← output op‑amp lewat resistor R2; beri juga resistor pull‑down bila perlu sesuai skema.
- Kolektor Q2 → salah satu ujung kumparan relay RL2; ujung kumparan lain → +5 V melalui resistor R7 (atau langsung ke +5 V sesuai gambar).Dioda D2 paralel dengan kumparan relay (katoda ke +5 V, anoda ke kolektor Q2) sebagai flyback.

Relay dan rangkaian aktuator atap stadion
- Kontak NO relay RL2 → diseri dengan suplai 12 V (BAT2) dan beban aktuator/LED indikator (D1 + R1) seperti pada gambar.
- Common relay ke +12 V, NO ke rangkaian LED/aktuator, ujung lain beban → ground baterai 12 V.

Pengaturan ambang deteksi hujan
- Set potensiometer kecil di modul sensor hujan untuk menentukan level air pada papan sensor saat relay mulai aktif (status DO berubah).
- Uji dengan meneteskan air ke papan sensor; atur lagi hingga saat ada hujan (papan basah) output modul menurun dan melalui follower + Q2 cukup mengaktifkan RL2 sehingga atap stadion (aktuator/LED) menyala.

Komentar

Postingan populer dari blog ini